Belanja Modal Dalam Anggaran Pendidikan - www.blptjogja.or.id DETAIL ARTIKEL JURNAL Dipublish: 28 Agustus 2012 10:08 WIB, - Dibaca : 5365 kali

Belanja Modal Dalam Anggaran Pendidikan

Penulis : ddk
Share :

Ketika  UUD 45 maupun UU 20 tahun 2003 mewajibkan Pemerintah/Pemerintah Daerah mengalokasikan anggaran untuk pendidikan sebesar 20% dari APBD/APBN, yang muncul  kemudian adalah kritikan bahwa  dari sekian banyak anggaran pendidikan khususnya pada belanja langsung, masih didominasi belanja pegawai dan belanja barang dan jasa, sehingga anggaran belanja modal masih menempati prosentase terkecil.  Hal ini muncul pendapat bahwa anggaran yang dikeluarkan sedikit sekali membekas sebagai aset dan tersaji dalam neraca laporan keuangan. 

Permendagri 13 tahun 2006 menyepakati bahwa  Belanja langsung adalah belanja yang dianggarkan terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan yang akan dijalankan pada tahun berjalan.  Di dalam belanja langsung terdapat belanja pegawai, belanja barang dan jasa,  serta belanja modal, yang masing-masing memiliki fungsi, spesifikasi dan kode belanja yang berbeda.  Karena anggaran negara menganut konsep anggaran kinerja yang menekankan pada nilai uang (value of money) yang berorientasi pada efektif, efisiean, bernilai ekonomis dalam rangka mencapai kinerja yang sudah disepakati diawal,  sehingga diharapkan dalam penganggaran keperuntukan dari belanja-belaja tersebut tidak menyimpang, misal; anggaran untuk pembelian barang habis pakai tidak bisa digunakan untuk pembelian barang yang memiliki manfaat ekonomis lebih dari satu tahun yang dianggarkan pada belanja modal.

Makna Pendidikan

Tokoh pendidikan klasik Jean Piaget pernah mengatakan bahwa tujuan utama Pendidikan adalah melahirkan manusia yang mampu melakukan hal-hal baru, tidak sekedar mengulang generasi sebelumnya-sehingga bisa menjadi manusia kreatif, penemu dan penjelajah. Tujuan kedua pendidikan adalah untuk membentuk jiwa yang mampu bersikap kritis, membuktikan dan tidak menerima begitu saja apa yang diajarkan.

Dalam proses pendidikan berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.   Sehingga di dalamnya terdapat upaya yang terus-menerus untuk menghasilkan dan membekali peserta didik dengan mengembangkan kemampuan dan melatih ketrampilan baik kognitif, afektif dan psikomotorik, sehingga menjadi manusia seutuhnya yang berkarakter.   

 Melihat muara akhir pendidikan adalah sumber daya manusia yang lebih baik dari sebelum dan sesudah mengikuti pendidikan, oleh banyak kalangan pendidikan merupakan Investasi pada Sumber daya manuasi (human capital investment) sehingga keluarannya adalah manusia-manusia cerdas berkarakter, yang akan memberi nilai tambah baik pada  diri sendiri maupun lingkungannya.

Penganggaran Pendidikan

Pendidikan jika di identikan dengan persekolahan maka yang muncul dari keluaran anggaran pendidikan adalah bangunan sekolah, perpustakaan, ruang kelas baru, sarana belajar siswa sampai barang-barang aset lainnya yang dapat dikategorikan sebagai barang modal dan mempunyai manfaat lebih dari satu tahun dan diungkapkan dalam kelompok aset pada neraca laporan keuangan, artinya anggaran pendidikan pada akhir tahun harus menjawab berapa bangunan sekolah yang sudah dibangun, berapa perpustakaan dan laboratorium berdiri,  berapa sarana belajar siswa terbeli.

Pondasi dasar kebijakan pendidikan yang dijalankan Pemerintah Indonesia sejak munculnya Repelita adalah: pertama Perluasan kesempatan/pemerataan pendidikan, Pada pemerataan pendidikan orientasi penganggaran pendidikan akan lebih banyak pada peningkatan daya tampung pendidikan,  sehingga dimungkinkan penambahan gedung sekolah dan ruang kelas baru, bantuan khusus murid (BKM), bantuan khusus sekolah (BKS), penarikan kembali untuk bersekolah bagi anak putus sekolah, dll.   Kedua, peningkatan mutu, sedangkan peningkatan mutu akan didukung dengan penganggaran berupa anggaran untuk pembinaan profesi guru, penambahan alat-alat dan buku pelajaran, manajemen berbasis sekolah, pelatihan berbasis kompetensi, Kurikulum yang menakankan pada kompetensi siswa, keterlibatan siswa dan sekolah dalam berbagai lomba-lomba, Sekolah Standar Nasional/Internasional, pendidikan kearifan lokal dan budaya, pendidikan karakter, dll.,  ketiga, Relevansi pendidikan, Penganggaran pendidikan yang menekankan pada relevansi pendidikan akan akan menitikberatkan pada pembiayann pembukaan program/jurusan  baru sesuai kebutuhan dan tuntutan lokal maupun global sehingga keluaran yang muncul adalah pengembangan kurikulum muatan lokal, program Link & Match, Pendidikan Kecakapan Hidup, Magang pelajar,  pembelajaran dan pengajaran kontekstual, dll. keempat efisensi pengelolaan pendidikan,  Hal ini  perlu dibangun terus menerus dengan bentuk kegiatan seperti pemetaan kembali sekolah, pengembangan sistem informasi manajemen, pendidikan kedisiplinan dalam pengelolaan pendidikan, pemanfaatan sumberdaya pendidikan seoptimal mungkin, membangun etos kerja, profesionalisme dalam manajemen,dll.

Dari keempat dasar kebijakan tersebut tentunya akan memberikan pengaruh dalam penentuan anggaran pendidikan yang akan dijalankan pemerintah. Penekanan kebijakan penganggaran yang  berorientasi pada salah satu kebijakan tersebut akan membawa konsekuensi logis terhadap porsi belanja,  demikian juga keluaran yang dihasilkan akan berbeda, baik yang bersifat belanja modal yang akan akan menjadi kekayaan maupun belanja yang bersifat biaya murni.  

Penutup

Jika mencermati konsep dasar kebijakan pendidikan tersebut hendaknya tidak perlu terburu-buru untuk menuntut bahwa anggaran pendidikan harus diukur seberapa porsi belanja modal yang telah dianggarkan, sehingga tidak mengaburkan tujuan awal pendidikan.  meskipun cara pandang yang menghendaki anggaran diukur dengan aset dihasikan adalah sah-sah saja, namun akan lebih tepat jika asumsi ini di implementasikan pada urusan pemerintahan khususnya yang lebih banyak menangani fisik seperti pekerjaan umum. 

 

*Didik Wardaya, 

Subbag keuangan Dinas Dikpora DIY. 

 


Artikel lainya

 
RELEVANSI PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DI PERGURUAN TINGGI
 
Mengubah “Use Center” Menjadi Youth Center Bertata Nilai Budaya
 
Meramaikan Website Sekolah
 
Pengelolaan Keuangan (R)SBI mau Dibawa Kemana ?

Komentar artikel jurnal

Artikel Lain Kembali ke atas

BALAI LATIHAN PENDIDIKAN TEKNIK ( BLPT ) YOGYAKARTA - WWWW.BLPTJOGJA.OR.ID
Kantor : Jl. Kyai Mojo 70 Yogyakarta 55243 - Indonesia Telp. (0274) 513036
Copyright © 2015 .Hak cipta dilindungi undang-undang.