Febrian Krisna Wardhana : Dari <i>Progamer</i> jadi <i>Programmer</i> - blptjogja.or.id DETAIL RUBRIK 02 September 2015 05:09 WIB, oleh : m.tok, dibaca : 2095kali

Febrian Krisna Wardhana : Dari Progamer jadi Programmer


Bagikan tautan :

Febrian Krisna Wardhana. Dialah juara I South East Asian Game and Animation Festival (SEAGAF), lomba pembuatan JENI Mobile Game Tingkat ASEAN yang dihelat Oktober 2010 lalu di ITS Surabaya. Tidak hanya itu, ia mempunyai sederet prestasi yang sangat membanggakan, antara lain; Juara I ITB Digital Media Festival (ITB DMF) kategori Lomba Development Mobile Game Desember 2008 di ITB, Semifinalis Kontes Game Mobil Edukasi Indonesia (KGMEI) kategori Mobile JENI pada Agustus 2008 di VEDC Malang, dan yang paling berkesan baginya adalah Juara I Lomba Website Sekolah Tingkat Nasional kala ia masih berstatus sebagai siswa SMKN 2 Yogyakarta pada tahun 2007 yang lalu.

Awalnya, mahasiswa D4 Teknologi Media Digital (TMD) ITB kelahiran Gunungkidul, 12 Februari 1989 ini hanya menyukai game. Game, game, dan game. Berbagai macam game mulai dari game anak-anak kala ia kecil, lalu merambah ke game net, game berbasis client-server, hingga game konsul pernah ia coba. Ia pun menjadi seorang Progamer (orang yang menyukai game).

Tak pelak, kesukaannya pada game inilah, yang mengenalkannya pada dunia komputer. Tidak hanya suka, ia juga tertarik untuk mempelajarinya lebih jauh. Ia ingin, tidak hanya sekedar memainkan game, tetapi juga menciptakannya. Ia ingin menjadi seorang programmer (orang yang menciptakan game/program).

Demi memenuhi keingininannya ini, ia mulai serius merintis jenjang pendidikannya. Sesaat setelah ia lulus SMP 3 Sleman di tahun 2004, ia segera mendaftar ke SMK N 2 Yogyakarta jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Di sini, ia mulai mengetahui dan mempelajari dasar-dasar komputer, jaringan dan dunia programming.

Berkat keseriusannya dalam belajar, ia berhasil memenangkan website sekolahnya menjadi website terbaik tingkat nasional di tahun 2007. Inilah tropy pertama yang berhasil ia raih bersama rekan-rekannya dalam tim web. Di dalam tim, ia mendapat peran penting sebagai seorang programmer.

“Itulah saat-saat yang paling berkesan bagi saya. Selain karena itu tropi pertama yang saya raih, pembagian kerja dalam tim membuat saya bangga. Semua anggota dalam tim web kala itu adalah murni siswa-siswa SMK kelas 3 TKJ, yang memang kompeten dan bertanggung jawab di bidangnya. Padahal saat itu, kami melawan programmer-programmer top yang mengelola website sekolah. Banyak diantara web-web sekolah yang kala itu ikut berkompetisi, dibuat oleh perusahaan website, bukan oleh siswanya. Saya benar-benar bangga. Saking bangganya, jika ditanya sertifikat apa yang saya miliki, langsung sertifikat inilah (lomba web tingkat nasional) yang saya tunjukkan pertama kali, bukan sertifikat yang lain”, aku Febrian. 

Kenangan manis itu ia lanjutkan, kala ia meneruskan pendidikan di Poliseni Yogyakarta di tahun 2007. Febrian masuk ke Poliseni sebagai mahasiswa penerima beasiswa unggulan Biro Perencanaan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN) Depdiknas pada Program Jejaring Pendidikan Nasional (Jardiknas). Disinilah ia mempelajari lebih jauh mengenai Java Script melalui program Java Education Network Indonesia (JENI), yang menyebabkan ia mulai mengenal dan menikmati pembuatan Java Game.

Hanya perlu waktu 1, 5 tahun baginya untuk belajar Java Game lalu berprestasi kembali. Ia berhasil menjadi Semifinalis Kontes Game Mobil Edukasi Indonesia (KGMEI) kategori Mobile JENI pada Agustus 2008 di VEDC Malang. Bahkan hanya berselang 4 bulan kemudian, tepatnya di bulan Desember 2008, ia berhasil menjadi Juara I ITB Digital Media Festival (ITB DMF) kategori Lomba Development Mobile Game.

Puncaknya, ia berhasil menjuarai South East Asian Game and Animation Festival (SEAGAF), lomba JENI Mobile Game tingkat ASEAN yang diselenggarakan oleh SEAMOLEC bekerjasama dengan ITS Surabaya, Oktober 2010.  Prestasi ini ia dapatkan, sesaat setelah lulus dari Poliseni di bulan Juni 2010, dan sejurus kemudian diterima sebagai mahasiswa baru jurusan Teknologi Media Digital (TMD) ITB. Ia diterima setelah mengikuti seleksi program beasiswa alih jenjang D4 dari Biro PKLN Kemendiknas.

Kini, putra sulung dari 2 bersaudara pasangan Gunarto-Ismiati sedang menyusun skripsinya agar lulus program D4 TMD ITB. Tidak hanya itu, ia juga merintis usaha bersama dua rekannya dari SMK 2 Yogyakarta, yang juga rekan sewaktu di Poliseni Yogyakarta, dalam sebuah wadah usaha bernama CV. Khasanah. CV Khasanah adalah sebuah badan usaha yang khusus menangani dunia ICT, dimana ia berperan sebagai komisaris utama di dalamnya. Sungguh sosok anak muda yang membanggakan. Dari Progamer menjadi Programmer. (m.tok)


Komentar sosok

Tokoh Lain Kembali ke atas

BALAI LATIHAN PENDIDIKAN TEKNIK ( BLPT ) YOGYAKARTA - WWWW.BLPTJOGJA.OR.ID
Kantor : Jl. Kyai Mojo 70 Yogyakarta 55243 - Indonesia Telp. (0274) 513036
Copyright © 2015 .Hak cipta dilindungi undang-undang.